
| 9,716 views |


Dream Theater – Black Clouds & Silver Linings (2009) Overview: keren abis, dibuka dengan track A nightmare to rememberyang bergaya speed metal (sound gitar super gahar dan gemuruh double pedal yang dahsyat abis!) + ada sedikit sentuhan gothic via permainan keyboard Jordan Rudess dengan efek choir (CMIIW). Berkesan seperti nightwish gitu deh, tapi itu cuma di intro aja kok, sekali lagi dalam komposisi ini Dream Theater membuktikan bahwa mereka adalah masternya dalam meng-aransemen serta mixmatch tempo yang berubah-ubah sepanjang lagu berdurasi hampir 15 menit ini.
Komposisi ini mengingatkan pada A change of season dimana seperti ada tense, klimaks dan antiklimaks dalam komposisi musik yang dikemas dalam satu lagu. Anyway gue sendiri pun sebenernya susah membedakan lagu ini sebenernya udah selese atau belum kalo aja nggak ada keterangan kalo ini emang satu lagu wakakaka… biasa kan DreamTheater kalo bikin lagu ya begitu dah, Scenes from a memory contohnya, kalo buat gue itu adalah satu lagu hehehe…
Oke deh Tracklistnya lengkap adalah:
1. A Nightmare to Remember
2. A Rite of Passage
3. Wither
4. The Shattered Fortress
5. The Best of Times
6. The Count of Tuscany
Track nomer 3 (Wither) adalah favorit gue karena itu yang paling slow, easy listening, dikuping enak banget dah, dan terutama lagi, karena Wither adalah lagu paling pendek! For your Info, Album yang dikemas dalam 3 keping CD ini emang digeber abis-abisan dengan track terpanjang yaitu The count of Tuscany dengan hampir 20 menit!
Ada lagi keunikan yang memang sudah menjadi ciri khas lagu-lagu DreamTheater yang kalau kita perhatiin (bener-bener perhatiin) adalah merupakan sebuah urutan proses yang menceritakan tentang sesuatu, kalo menurut gue, inilah salah satu pembeda DreamTheater dengan band rock lainnya, lagu mereka bercerita, benar-benar bercerita, kalau gak percaya, dengerin track-track berikut ini secara urut (kalau koleksi loe lengkap):
The Glass Prison (steps I-II-III) – Six Degrees Of Inner Turbulence (2002)
This Dying Soul (steps IV-V) – Train Of Thought (2003)
The Root Of All Evil (steps VI-VII) – Octavarium (2005)
Repentance (steps VIII-IX) – Systematic Chaos (2007)
The Shattered Fortress (steps X-XI-XII) – Black Clouds & Silver Linings (2009)
Perhatikan juga liriknya, pengulangan baik secara musikal maupun lirik, itu adalah proses yang disebut-sebut sebagai the 12 Steps (sampai saat ini) ~entah mau nambah lagi atau nggak hahaha…
See? These guys aren’t just a band! They’re fucking genius!!
Dan satu lagi yang gue perhatiin dari album ini, karena gue pemain gitar juga; gue perhatiin sound gitar John Petrucci di album ini beda dengan album-album sebelumnya. Gw coba cari info apakah John Petrucci sudah nggak make Ernieball Musicman JP series lagi di album ini atau masih, sampe sekarang blom nemu kepastian. Tapi yang jelas itu, sound gitarnya terdengar garang, distorsinya lebih mantap, cadas juga gahar (lebay gak si) dan sustain lebih panjang juga. Mirip sound gitar ESP-nya Kirk Hammet kalo gak salah (atau sok tau hakhakhak…). Serta banyak menggunakan ‘Wah’ dalam solo-solo gitar di album ini. Mungkin emang ganti gitar atau paling tidak ganti pick-up karena karakter khas Ernieball Musicman hilang sama sekali di album ini, ~ah cuma tebakan ding mungkin juga salah hehe..
Overall, great album, Gimana pendapat loe??
Incoming search terms:









Wah gue blm dengar nih preme, kalo bisa diupload donk biar bisa di download
heee…heheee….
udah ada bro dipostingan sebelumnya itu
Emang udah beredar di indonesia blon?? Gua nungguin banget nih album…
beredar di toko kaset sih sepertinya udah (jadwal release 23 juni).
[...] from the album Black clouds and silver Linings – Wither Lagu ini semoga bisa menyemangati gue. I feel Wither right now. Let it out, let it [...]
Perlu saya tambahin dikit. Menyangkut 12 Steps. Itu sebetulnya salah satu upaya Mike Portnoy untuk menyembuhkan ketergantungannya pada alkohol. Untuk itu dia masuk sebuah organisasi/klinik yang disebut Alcoholics Anonymous (AA). Di dalam program terapi itu terdapat 12 langkah / Twelve Steps / Twelve Programs yang riciannnya adalah sebagai berikut :
1. We admitted we were powerless over alcohol—that our lives had become unmanageable.
2. Came to believe that a Power greater than ourselves could restore us to sanity.
3. Made a decision to turn our will and our lives over to the care of God as we understood Him.
4. Made a searching and fearless moral inventory of ourselves.
5. Admitted to God, to ourselves, and to another human being the exact nature of our wrongs.
6. Were entirely ready to have God remove all these defects of character.
7. Humbly asked Him to remove our shortcomings.
8. Made a list of all persons we had harmed, and became willing to make amends to them all.
9. Made direct amends to such people wherever possible, except when to do so would injure them or others.
10. Continued to take personal inventory and when we were wrong promptly admitted it.
11. Sought through prayer and meditation to improve our conscious contact with God as we understood Him, praying only for knowledge of His will for us and the power to carry that out.
12. Having had a spiritual awakening as the result of these steps, we tried to carry this message to alcoholics, and to practice these principles in all our affairs.
Kedua belas point di atas dirangkum oleh si Portnoy ke dalam sebuah syair.
Jadilah beberapa lagu yg tersebar di beberapa album.
Kalo gak salah, album yang terakhir ini menjadi titik balik si Portnoy utk tidak tergantung lagi ama alkohol.
Ya, supaya tetep bisa berkarya. Dan ga mati cepet…. Semoga.
sip.. mantap bro.. makasih atas tambahan yang lengkap banget ini.. salam kenal